Memiliki konsep artisan bakery harga terjangkau, Humble Baker berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitarnya. Berbagai pilihan roti dan kue tersedia, mulai dari sourdough, whole wheat, pumpkin doughnuts, hingga premium cake. Tak hanya menyasar pelanggan ritel (B2C), Humble Baker juga menawarkan kemitraan strategis bagi bisnis kuliner (B2B) seperti restoran, kafe, hotel, dan catering yang ingin menghadirkan bakery artisan tanpa harus repot memproduksi sendiri.
Dalam acara diskusi dan buka puasa bersama insan media, Chef Humble Baker Ibnu Pratama bersama Owner Humble Baker, Atok R. Aryanto, turut mengungkapkan rencana ekspansi ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Bandung, Denpasar, dan Yogyakarta.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi di industri artisan bakery. Acara turut dihadiri Nina Septiana yang berinteraksi langsung dengan para tamu undangan menambah suasana semakin hangat dan komunikatif.
“Karakter produk kami tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada proses pembuatannya. Kami menjaga kesederhanaan proses tanpa mengorbankan kualitas bahan baku. “Selama satu tahun ini antusias masyarakat pada produk Humble baker sangat bagus. Bahkan banyak konsumen datang pagi-pagi sekalian untuk sarapan di sini. Karena itu tahun ini kami akan membuka 3-6 cabang toko, diantaranya di Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar,” kata Chef & Kepala Profuksi Humble Baker Ibnu Pratama, di outlet-nya di Jalan Wolter Monginsidi (14/3/2026).
Menurut Ibnu, Humble Baker hingga akhir 2027 memiliki target akan membuka 14 cabang toko roti dan optimistis target ini akan tercapai mengingat semakin banyak konsumen menginginkan roti premium berbahan dasar sehat. “Selain rendah gula, roti juga dibuat dari bahan menyehatkan, seperti gandum berserat tinggi dan labu kuning. Humble Baker ini konsepnya roti sehat, mulai sourdough, pumpkin donat, whole wheat bread, sehingga ini membangun kebiasaan makan roti sehat. Roti sourdough dibuat dengan proses fermentasi selama dua hari dari pembibitan biang, sehingga tak hanya rasanya yang enak tapi yang berbeda adalah rotinya terasa lembut dan banyak manfaat nutrisinya,” jelas Ibnu.
Atok R. Aryanto salah satu pemilik Humble Baker menambahkan cabang baru akan dibuka di Duren Tiga, meskipun cukup berdekatan dengan gerai di Tendean namun segmen pasarnya berbeda. Dengan strategi ini, pihaknya berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai kalangan. Sekaligus memperkenalkan produk roti artisan ke lebih banyak konsumen di berbagai daerah.
Humble Baker juga mengembangkan bisnisnya dengan menyediakan produk bolu pisang raja sebagai salah satu oleh-oleh khas Jakarta. Saat ini, Humble Baker mampu memproduksi lebih dari 500 loyang setiap hari untuk varian bolu pisang raja guna memenuhi permintaan pasar yang terus melonjak. (ES | Foto: Humble Baker)




