Prabhā Kartini, Wujud Keanggunan dan Keberanian Perempuan Indonesia Masa Kini Persembahan Batik Danar Hadi

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum bagi Batik Danar Hadi untuk merayakan kekuatan pemikiran perempuan melalui sebuah pagelaran busana yang sarat makna. Berkolaborasi dengan Perhimpunan Kebayaku, Batik Danar Hadi menggelar trunk show bertajuk "Prabhā Kartini: Dari Warisan ke Masa Depan" di Rumah Batik Danar Hadi Melawai, Jakarta.

 

Nama "Prabhā" diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti sinar lembut yang terus meresap dan tidak menyilaukan. Filosofi ini dianggap paling tepat menggambarkan pemikiran R.A. Kartini yang meski tidak disuarakan dengan lantang, namun cahayanya terus menembus zaman dan menginspirasi perempuan Indonesia lintas generasi.

 

Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menegaskan pentingnya menjaga relevansi batik dalam kehidupan modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.

 

 

"Prabhā Kartini adalah cahaya lembut dari warisan pemikiran Kartini yang terus kami rawat. Melalui trunk show ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik merupakan energi hidup yang membawa perempuan Indonesia melangkah percaya diri menuju masa depan," ungkap Diana.

 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat Kartini untuk berdaya, berani, dan berkolaborasi masih tetap kuat hingga saat ini.

 

Dalam pagelaran kali ini, Batik Danar Hadi menampilkan koleksi unik dengan motif campur yang disatukan melalui konsep bunga. Beragam motif klasik seperti parang, kawung, hingga ceplok dipadukan secara harmonis. Tema bunga dipilih sebagai metafora mekarnya semangat emansipasi dan keindahan perempuan yang meski berbeda latar belakang, tetap bisa bersinar dalam satu kesatuan.

 

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, menekankan bahwa busana merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengenang sejarah sekaligus menjaga identitas bangsa.

 

"Berkebaya, seperti yang dahulu dikenakan Ibu Kartini, menjadi salah satu cara kita kembali mengenang sosok yang telah menghadirkan cahaya tersebut. Kebaya memang simbol akar identitas yang tetap terjaga di tengah perubahan zaman, keanggunan dan kelembutan yang berdaya," tutur Nunun.

 

 

Acara ini semakin meriah dengan kehadiran sejumlah muse inspiratif dari berbagai generasi. Nama-nama besar seperti Marini Soemarno, Widyawati Sophan, Ayu Dyah Pasha, dr. Geby, hingga Shelomita tampil memukau membawakan koleksi terbaru. Kehadiran mereka merepresentasikan bahwa semangat Kartini tidak mengenal batas usia.

 

Sinergi budaya ini juga diperkuat dengan dukungan dari berbagai mitra, mulai dari Devvya Aesthetic Dental & Implant Center, Roemah Kebaya Vielga, hingga sentuhan kemewahan perhiasan dari Manjusha Nusantara dan MannaQueen. Sementara itu, Mustika Ratu turut ambil bagian dalam mempercantik para model melalui tatanan rias dan rambut yang khas.

 

Melalui perhelatan ini, Batik Danar Hadi berharap batik terus menjadi ikon nasional yang mampu menginspirasi generasi muda untuk tetap memegang teguh warisan leluhur sebagai cahaya penerang masa depan. (Foto: Istimewa)