Menutup rangkaian JF3 Fashion Festival 2026 Lakon Indonesia akan mempresentasi koleksi terbarunya bertajuk HARSA pada 29 Juli 2026. Menjadi penutup festival tahun ini, HARSA menghadirkan babak baru dalam perjalanan kreatif Lakon Indonesia sekaligus memperlihatkan bagaimana karya tangan Indonesia terus berkembang melalui bahasa desain yang modern dan relevan.
Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA menjadi kelanjutan dari perjalanan yang dimulai melalui Urub dan Pasar Malam. Jika Urub berbicara tentang semangat yang terus menyala, dan Pasar Malam merayakan kehidupan serta pertemuan manusia di dalamnya, maka HARSA menjadi refleksi tentang menikmati perjalanan, menghargai setiap proses, dan mensyukuri segala hpal yang lahir darinya.
Di tengah dunia yang semakin menghargai kecepatan, HARSA justru mengajak kita merayakan sesuatu yang tidak dapat dipercepat: proses, keterampilan, dan waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah karya. Sebuah pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu ditemukan pada tujuan akhir, melainkan pada keberanian untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh. Nilai inilah yang menjadi landasan koleksi terbaru Lakon Indonesia.

“Melalui HARSA, kami ingin merayakan proses. Merayakan sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati karena mengerti tujuannya. Dan ketika semuanya berproses, kebahagiaan menemukan jalannya.
Semoga kebahagiaan itu juga dapat dirasakan oleh setiap orang yang mengenakan karya kami," ujar Thresia Mareta, Founder Lakon Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator dan Advisor to JF3 Fashion Festival.
Koleksi HARSA masih berada di bawah arahan Creative Director Irsan, menandai koleksi kesembilannya bersama Lakon Indonesia. Sebagai salah satu desainer senior Indonesia dengan pengalaman panjang di industri fashion, Irsan menghadirkan perspektif yang matang dalam membangun keseimbangan antara kreativitas, fungsi, dan kualitas eksekusi. Pengalamannya menjadi fondasi penting dalam memperkuat karakter Lakon Indonesia, membentuk bahasa desain yang terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.

Melalui HARSA, Lakon Indonesia memberikan penghormatan kepada para perajin, pembatik, pembordir, penjahit, dan seluruh tangan yang terlibat dalam setiap tahap penciptaan. Setiap busana menjadi representasi dari dedikasi, keterampilan, serta kecintaan terhadap karya tangan Indonesia yang terus dikembangkan melalui bahasa desain yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Melalui HARSA, Lakon Indonesia kembali menegaskan keyakinannya bahwa masa depan karya tangan Indonesia dibangun melalui proses yang dijalani dengan sepenuh hati - menghadirkan desain yang modern, relevan, sekaligus berakar kuat pada nilai craftsmanship. (ES | Foto: Dok. HARSA - Lakon Indonesia)





