Eko Pujianto: Dari Dongeng Jadi Kisah Nyata

CEO PT SKB Food Tbk

 

Eko Pujianto adalah contoh anak muda sukses di Indonesia. Betapa tidak, pemuda kelahiran Ponorogo, 25 Agustus 1993 ini pada 2022 lalu masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Dalam kategori Retail & Commerce, dia  menjadi salah satu CEO termuda di Asia saat ini. Tak hanya itu, dia juga berhasil membawa perusahaan yang dinakhodainya, PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food), melantai di bursa.

 

Lahir dari keluarga petani dan pedagang, Eko mengisahkan sejak kecil sudah ada DNA bisnis di dalam dirinya. “Saya sering diajak orang tua bertani dan berdagang hasil panen. Aktivitas tersebut sudah melekat erat di dalam benak saya,” ungkapnya.

 

BACA JUGA:

Henry Husada: Hidup Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Irvandi Ferizal: Transformasi Human Capital Persiapkan Future Ready Team

 

Saat di bangku sekolah menengah atas, Eko memutuskan tidak meminta uang saku kepada orang tuanya. Untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, dia berdagang alat tulis hingga buku persiapan ujian nasional. Saat kuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Eko tercatat cukup aktif dalam kegiatan organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP).

 

Selepas kuliah, terjun ke dunia bisnis layanan transportasi dengan mendirikan atau menjadi Founder CV KM Tour & Travel. Enam tahun kemudian, otak bisnisnya merambah ke dunia lain, yakni mendirikan 10 Koperasi Pertanian (Duta Tani) pada 2017.

 

 

Otak bisnisnya yang cemerlang membawa berkah untuk SKB Food yang pada 2017 nyaris gulung tikar. Perusahaan ini merekrut Eko untuk melakukan berbagai terobosan ide. Mulai dari restrukturisasi organisasi, membangun relasi, hingga kolaborasi.

 

Sampai akhirnya pada 2020 lalu, Eko diamanahi sebagai Direktur Utama SKB Food. Hanya dalam hitungan dua tahun pada 2022 SKB Food mendapat durian runtuh, meskipun diterpa masa-masa sulit pandemi Covid-19. Setelah melakukan perubahan besar, pada 2021 perusahaan yang memiliki core business: waralaba makanan/minuman dan food supply raw ini berhasil meroket, hasil penjualan waralabanya sebesar Rp117,11 miliar.

 

BACA JUGA:

Arief Syarifudin: Memenuhi Kebutuhan Berkendaraan Anak Muda Indonesia

Ricky Thio: Optimis dengan Industri Mobil Premium Indonesia

 

Pada 2022, kinerja SKB Food kian moncer dengan membukukan penghasilan Rp375,99 miliar atau meroket 220,96% year-on-year (YoY). Tercatat, SKB Food mendapat kenaikan laba usaha sebesar Rp23,33 miliar atau setara 19,64% pada 2022. Tahun sebelumnya perusahaan ini mencatat keuntungannya sebesar Rp19,50 miliar.

 

Eko memimpin perusahaan induk dari waralaba Kebab Turki Baba Rafi (RAFI). Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki 900 retail kemitraan di seluruh Indonesia. Dia juga bergabung dengan emiten sandi RAFI, mewakili kelompok besar para investor.

 

 

Di tangan emasnya, Eko menjadi juru kunci membantu membesarkan perusahaan sebelum diangkat menjadi Presiden Direktur pada 2020. Gemilangnya, Eko Pujianto membawa Kebab Turki Baba Rafi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2022 lalu. Dalam IPO-nya, SKB Food melepas 30,1% atau 948 juta saham dari total keseluruhan perusahaan.

 

Saat Penawaran Umum Perdana, saham RAFI memperolehan dana segar mencapai Rp1567 triliun, mengalami oversubscribed sebanyak 82 kali dari pooling (penjatahan terpusat). Usai membawa RAFI ke Bursa Efek Indonesia, Eko meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai CEO termuda yang melantai di bursa.

 

”UMKM naik kelas hari ini adalah dongeng yang menjadi kisah nyata. Sebelumnya, siapa sangka, kami dari outlet di pinggir jalan, jualan gerobakan, tapi bisa melantai di bursa? Karena biasanya perusahaan yang melantai di bursa adalah perusahaan-perusahaan besar. Namun, berkat dorongan mentor kami, alhamdulillah SKB Food bisa melantai di BEI. Sampai kami buat tagline: Dari gerobakan ke IPO, dari trotoar ke lantai BEI,” ungkapnya.

 

Gia Putri | Dok. Pribadi

 

Baca artikel selengkapnya di Women's Obsession Vol.100